Langsung ke konten utama

Tidak Takut dan Tidak Sedih

 “Kami berfirman, “Turunlah kalian semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepada kalian, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut bagi mereka dan mereka tidak bersedih hati.”” (QS. Al-Baqoroh: 38)

Lawan kata dari “takut” dalam Bahasa Indonesia adalah berani, tegas, tenang, percaya diri, atau tidak takut.

Lawan kata dari “sedih” dalam Bahasa Indonesia adalah senang, riang, bahagia, sumringah, ria, bungah, ceria, atau bangga. Kata-kata ini memiliki arti yang menunjukkan perasaan kebahagiaan, kegembiraan, atau kegembiraan yang kuat.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang shabiin, siapa saja (diantara mereka) yang beriman kepada ALLOH dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al-Baqoroh: 62)

“Tidak! Barang siapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada ALLOH, dan dia berbuat baik, dia mendapat  pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al-Baqoroh: 112)

“Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al-Baqoroh: 274)

“Sungguh orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al-Baqoroh: 277)

“Wahai anak cucu Adam! Jika datang kepadamu Rosul-rosul dari kalanganmu sendiri, yang menceritakan ayat-ayat-Ku kepadamu, maka barang siapa bertakwa dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. AL-A’rof: 35)

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah ALLOH,” kemudian mereka tetap istiqomah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati." (QS. Al-Ahqof: 13)

TIDAK TAKUT = TENANG
TIDAK SEDIH = BAHAGIA

Ada yang sedang merasa takut dan sedih? Coba deh renungkan beberapa ayat Al-Qur’an di atas.

Siapa yang ingin hidupnya tenang dan bahagia? Coba renungkan juga beberapa ayat Al-Qur’an di atas.

Sepertinya sudah disebutkan dengan jelas kan ya di ayat-ayat tersebut tentang bagaimana caranya agar bisa tenang dan bahagia, biar tidak takut dan sedih.

Qodarullooh aku pernah beberapa kali mengalami depresi. Depresi itu lebih dari sekadar takut dan sedih. Sampai akhirnya aku ingat bahwa di dalam Al-Qur’an berkali-kali disebutkan kalimat “tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”

Aku merenungi beberapa ayat tersebut dan berusaha untuk mengamalkan apa yang disebutkan padanya, agar aku bisa sembuh dari depresi.

Mari kita rangkum berdasarkan beberapa ayat yang telah disebutkan di atas, bahwa cara agar tidak takut dan sedih atau agar bahagia dan tenang adalah sebagai berikut:

  1. Mengikuti petunjuk ALLOH
  2. Beriman kepada ALLOH dan hari akhir
  3. Melakukan kebajikan atau berbuat baik
  4. Menyerahkan diri sepenuhnya kepada ALLOH
  5. Menginfakkan harta baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan
  6. Menjadi orang yang beriman
  7. Melaksanakan sholat
  8. Menunaikan zakat
  9. Bertakwa kepada ALLOH
  10. Mengadakan perbaikan yaitu memperbaiki amalnya
  11. Istiqomah

Mulailah mengerjakan apa yang dinilai paling mudah untuk dikerjakan, dan kerjakanlah SEKARANG!

Jika semuanya yang disebutkan di atas tadi terasa berat untuk dilakukan, maka berdoalah agar ALLOH memberikan kemudahan. Perlu dicek juga apakah selama ini melakukan hal-hal yang merupakan kebalikan dari cara-cara tersebut. Hentikan dan ubahlah!

Memang tidak mudah pada awalnya tapi teruslah mencoba dan tetap semangat!

Semuanya perlu proses dan proses itu perlu waktu. Maka bersabarlah, bersabarlah menghadapi diri sendiri dalam menjalankan proses perubahan. 

Pastinya akan ada rasa yang tidak menyenangkan tapi memang seperti itulah hidup. Alhamdulillaah masih hidup kan? Artinya masih diberi kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik.

Percayalah, keajaiban itu nyata adanya. Lupakan kata putus asa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan yang Lurus

  “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”” (QS. Ghofir: 60) Sesungguhnya ALLOH selalu mengabulkan doa kita. Hanya saja kita yang sering tidak menyadarinya. Atau bahkan tidak menyadari bahwa kita telah berdoa. Ada sebuah doa yang selalu kita ulang setiap hari di dalam sholat. Tapi kita juga sering tidak menyadari bahwa kita telah berdoa meminta hal tersebut. Pada akhirnya kita tidak menanti-nanti terkabulnya doa tersebut. “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”  (QS. Al-Fathihah: 6-7) Di setiap sholat kita berdoa kepada ALLOH agar diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah diberi nikmat oleh ALLOH. Siapakah mereka? “Dan barang siapa menaati ALLOH dan Ros...

Semua Manusia Itu Baik

Dulu aku mengira semua orang di dunia ini baik. Dan ternyata memang semua orang itu baik. tapi ada yang baiknya itu level 1, level 2, level 3, dan seterusnya. Ada juga yang baiknya itu level 0, level -1, level -2, level -3, dan seterusnya, he he he. Tapi semua orang itu memang baik kok karena seburuk-buruknya orang pasti ada kebaikannya dan sebaik-baiknya orang juga pasti ada keburukannya. Tidak ada yang bisa sempurna bukan? Namun seringkali kita lebih mudah untuk melihat keburukan orang lain dibanding kebaikannya. Bahkan sampai terucap kalimat yang menghakimi seperti “Diaa itu memang sudah ga bisa berubah, kaya gitu terus dari dulu ga pernah bisa jadi baik.” padahal selama masih hidup di dunia masih ada peluang untuk berubah menjadi lebih baik. Apa yang difokuskan oleh pikiran maka itulah yang kemungkinan besar akan menjadi kenyataan. Ketika ada orang yang terlihat begitu sulit untuk berubah menjadi lebih baik, jangan-jangan ada peran kita di situ. Gara-gara kita berpikir bahwa orang ...