Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Rezeki Sudah Diatur

  Beberapa hari yang lalu saya membeli ronde di warung STMJ. Dan pas banget ronde yang saya beli adalah stok terakhir hari itu. Penjualnya bilang hari itu dari sore banyak yang beli ronde jadi setelah 'Isya sudah habis. Padahal jualannya sampai pukul 23.30 WITA. Tapi dia tidak tertarik untuk menambah stok ronde lagi. Kemudian dia pun menceritakan pengalamannya jualan ronde. "Yang namanya rezeki kalau memang sudah dikasihnya segitu ya segitu saja ya," dia mengawali ceritanya. Suatu hari rondenya sudah habis terjual, namun malam masih panjang, dia pun menghubungi istrinya di rumah untuk membuat kembali bahan-bahan pelengkap ronde. Qodarullooh sampai warungnya tutup, stok ronde tambahan tersebut hanya terjual 5 porsi. Di kesempatan yang lain ketika dia berjualan di sebuah acara besar, ronde terjual habis dalam waktu yang singkat. Dia pun meminta istrinya untuk menyiapkan bahan-bahan pelengkap ronde untuk dijual lagi, karena masih ada waktu untuk berjualan. Qodarullooh lagi-l...

Jalan yang Lurus

  “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”” (QS. Ghofir: 60) Sesungguhnya ALLOH selalu mengabulkan doa kita. Hanya saja kita yang sering tidak menyadarinya. Atau bahkan tidak menyadari bahwa kita telah berdoa. Ada sebuah doa yang selalu kita ulang setiap hari di dalam sholat. Tapi kita juga sering tidak menyadari bahwa kita telah berdoa meminta hal tersebut. Pada akhirnya kita tidak menanti-nanti terkabulnya doa tersebut. “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”  (QS. Al-Fathihah: 6-7) Di setiap sholat kita berdoa kepada ALLOH agar diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah diberi nikmat oleh ALLOH. Siapakah mereka? “Dan barang siapa menaati ALLOH dan Ros...

Tidak Takut dan Tidak Sedih

  “Kami berfirman, “Turunlah kalian semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepada kalian, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut bagi mereka dan mereka tidak bersedih hati.”” (QS. Al-Baqoroh: 38) Lawan kata dari “takut” dalam Bahasa Indonesia adalah berani, tegas, tenang, percaya diri, atau tidak takut. Lawan kata dari “sedih” dalam Bahasa Indonesia adalah senang, riang, bahagia, sumringah, ria, bungah, ceria, atau bangga. Kata-kata ini memiliki arti yang menunjukkan perasaan kebahagiaan, kegembiraan, atau kegembiraan yang kuat. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang shabiin, siapa saja (diantara mereka) yang beriman kepada ALLOH dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al-Baqoroh: 62) “Tidak! Barang siapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada ALLOH, dan dia berbuat baik, di...

Semua Manusia Itu Baik

Dulu aku mengira semua orang di dunia ini baik. Dan ternyata memang semua orang itu baik. tapi ada yang baiknya itu level 1, level 2, level 3, dan seterusnya. Ada juga yang baiknya itu level 0, level -1, level -2, level -3, dan seterusnya, he he he. Tapi semua orang itu memang baik kok karena seburuk-buruknya orang pasti ada kebaikannya dan sebaik-baiknya orang juga pasti ada keburukannya. Tidak ada yang bisa sempurna bukan? Namun seringkali kita lebih mudah untuk melihat keburukan orang lain dibanding kebaikannya. Bahkan sampai terucap kalimat yang menghakimi seperti “Diaa itu memang sudah ga bisa berubah, kaya gitu terus dari dulu ga pernah bisa jadi baik.” padahal selama masih hidup di dunia masih ada peluang untuk berubah menjadi lebih baik. Apa yang difokuskan oleh pikiran maka itulah yang kemungkinan besar akan menjadi kenyataan. Ketika ada orang yang terlihat begitu sulit untuk berubah menjadi lebih baik, jangan-jangan ada peran kita di situ. Gara-gara kita berpikir bahwa orang ...

Maskulin dan Feminin (Bagian 2)

Seorang wanita yang memiliki peran sebagai istri harus meluangkan waktu untuk merawat dirinya sendiri. Karena suami tidak jatuh cinta karena penilaiannya terhadap istrinya, namun PERASAANNYA saat bersama dengan istrinya. Hai… hai… hallooo… siapa yang suaminya ga betah di rumah? Siapa yang suaminya suka ngelayap sendirian keluar rumah? Itu karena istrinya ga punya aura positif, karena istrinya punya banyak penyakit hati. Siapa sih yang suka dekat-dekat sama orang yang auranya negatif? Suami ga suka dekat-dekat sama istrinya karena si istri auranya negatif, gara-gara ga suka merawat diri. Biasanya si istri akan beralasan sibuk mengurus anak dan rumah sehingga tidak sempat merawat diri sendiri. Nah itu dia yang disebut mencari kambing hitam, tidak bertanggung jawab terhadap diri sendiri, selalu menyalahkan orang lain. Sebagian besar wanita merasa insecure (tidak aman), merasa tidak layak menerima haknya sebagai istri, merasa berhutang jika diberi oleh suami. Dan tanpa sadar muncul amarah ...

Maskulin dan Feminin (Bagian 1)

  “Perempuan juga pusing mikirin masa depannya, karena mindsetnya bukan mau numpang hidup doang, soalnya laki-laki itu titipan, kalau ga diambil wanita lain ya diambil Tuhan.” Kata-kata tersebut pernah aku baca di status whatsapp salah satu temanku yang masih lajang. Dia masih muda dan tentu saja aku tergerak untuk meluruskan mindsetnya yang mungkin sudah terpengaruh oleh kata-kata tesebut. Aku mencoba menjelaskan kepadanya tentang energi maskulin dan feminin serta kaitannya dengan kehidupan rumah tangga. Di dalam diri setiap manusia ada energi maskulin dan feminin. Namun secara fitrah laki-laki diciptakan memiliki energi maskulin yang lebih dominan dan wanita memiliki energi feminin yang lebih dominan. Apabila manusia menjauh dari fitrahnya maka yang terjadi adalah ketidakbahagiaan. Rasa tidak bahagia ini muncul sebagai akibat dari energi maskulin dan feminin yang tidak seimbang di dalam dirinya. Di dalam pernikahan, ketidakseimbangan energi maskulin dan feminin akan mewujudkan be...

Emosi dan Penyakit (Bagian 2)

Karena stres itu adalah disebabkan oleh emosi yang ditekan, maka untuk mengobati stres kita perlu melakukan sebaliknya. Stres disembuhkan dengan cara tidak menekan emosi, emosi    yang muncul hanya perlu diekspresikan, agar bisa mengalir dan akhirnya hilang. Apa yang terjadi ketika emosi yang selama ini ditekan sampai menjadi rata, lalu tiba-tiba diberi kesempatan untuk diekspresikan? Oh yeah, terjadi ledakan. Oleh karena itu kita perlu belajar untuk lebih berkasih sayang kepada diri sendiri, kita berikan kesempatan kepada emosi yang selama ini terpendam mengalir dengan perlahan. Tidak harus langsung dibuang semuanya, karena mengalirkan emosi itu juga memerlukan energi. Kita perlu sabar menghadapi diri sendiri, tidak perlu buru-buru ingin segera sembuh, selalu ada tahapan yang harus dilewati. Yang perlu kita lakukan ketika emosi muncul adalah menyadari bahwa memang ada emosi, lalu mengakui bahwa itu ada di dalam tubuh kita, kemudian rasakan saja, bersikaplah lembut kepada diri...

Emosi dan Penyakit (Bagian 1)

Beberapa waktu yang lalu aku menyimak video penjelasan tentang kaitan antara emosi dan penyakit. Seperti yang kita tahu bahwa ketika tubuh sakit artinya sistem imun kita lemah.  Tapi kita tidak menyadari bahwa emosi itu bekerja seperti sistem imun. Jika sistem imun kita lemah maka kita menjadi sakit. Begitu juga yang terjadi jika emosi kita lemah maka kita pun menjadi sakit. Emosi lemah itu maksudnya bagaimana? Emosi yang lemah itu adalah ketika kita tidak mampu mengalirkan emosi, kita tidak bisa mengekspresikan emosi, emosi yang muncul selalu ditekan. Padahal sistem imun dan emosi itu memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk melindungi tubuh. Jika emosi ditekan maka itu sama saja dengan menekan sistem imun, sistem imun pun menjadi lemah, akhirnya muncul penyakit. Dan apa yang terjadi pada penyakit autoimun? Sistem imun yang menyerang tubuhnya sendiri. Ketika emosi terus ditekan dan ditekan, yang harusnya dialirkan atau diekspresikan tapi terus ditekan, akhirnya menekan tubuhnya send...

Rasa Sakit Adalah Sensasi yang Terperangkap (Bagian 2)

Lalu bagaimana agar kita bisa keluar dari respon membeku? Kita perlu membangun koneksi dengan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Apakah setelah berhasil keluar dari respon membeku kemudian semuanya selesai? Oh tentu tidak, kita perlu ingat kembali bagaimana tahapan mode bertahan itu muncul. Diawali dengan adanya ancaman, kemudian muncul respon melawan atau kabur, jika tidak berhasil melakukannya maka respon membeku akan aktif. Untuk mengembalikan ke kondisi yang normal artinya kita seperti berjalan mundur. Pertama, keluar dulu dari respon membeku menuju respon melawan atau kabur, kemudian menghadapi respon melawan atau kabur tersebut hingga kembali ke kondisi aman tidak ada ancaman. Respon membeku tidak menghilangkan rasa sakit, ia hanya membuat kita mati rasa, rasa sakitnya masih ada dan tersimpan di dalam tubuh. Rasa sakit ini adalah sensasi dari respon melawan dan kabur yang terperangkap di dalam tubuh, mereka meminta untuk dikeluarkan. Kita perlu membangun koneksi dengan dir...

Rasa Sakit Adalah Sensasi yang Terperangkap (Bagian 1)

Rasa sakit adalah sensasi yang terperangkap di dalam tubuh. Maksudnya gimana tuh? Tubuh kita terdiri dari banyak sekali bagian mulai dari organ yang terlihat seperti tangan, kaki, mata, dan lain-lain hingga bagian sel yang terkecil. Trauma yang kita alami tersimpan di seluruh bagian tubuh, bukan di pikiran. Trauma itu bukanlah peristiwa yang terjadi pada kita, namun apa yang terjadi di dalam tubuh kita akibat dari peristiwa tersebut. Trauma bukanlah tentang ingatan peristiwa namun tentang rasa yang masih tersimpan akibat dari peristiwa tersebut. Itu berarti bahwa bisa saja kita tidak mengingat tentang peristiwa yang mengakibatkan trauma namun tubuh kita masih menyimpan rasanya. Tubuh kita merekam semuanya tentang apa yang dirasakan saat kejadian berlangsung. Dan jika rasa tersebut tidak berhasil dialirkan keluar maka akan berbalik arah dan akan tersimpan di dalam tubuh. Tubuh kita memiliki kemampuan yang sangat luar biasa. Jika ada bahaya yang mengancam maka tubuh akan mengaktifkan mod...