Langsung ke konten utama

Semua Manusia Itu Baik

Dulu aku mengira semua orang di dunia ini baik. Dan ternyata memang semua orang itu baik. tapi ada yang baiknya itu level 1, level 2, level 3, dan seterusnya. Ada juga yang baiknya itu level 0, level -1, level -2, level -3, dan seterusnya, he he he. Tapi semua orang itu memang baik kok karena seburuk-buruknya orang pasti ada kebaikannya dan sebaik-baiknya orang juga pasti ada keburukannya. Tidak ada yang bisa sempurna bukan?

Namun seringkali kita lebih mudah untuk melihat keburukan orang lain dibanding kebaikannya. Bahkan sampai terucap kalimat yang menghakimi seperti “Diaa itu memang sudah ga bisa berubah, kaya gitu terus dari dulu ga pernah bisa jadi baik.” padahal selama masih hidup di dunia masih ada peluang untuk berubah menjadi lebih baik.

Apa yang difokuskan oleh pikiran maka itulah yang kemungkinan besar akan menjadi kenyataan. Ketika ada orang yang terlihat begitu sulit untuk berubah menjadi lebih baik, jangan-jangan ada peran kita di situ. Gara-gara kita berpikir bahwa orang tersebut memang tidak bakalan bisa berubah menjadi lebih baik. Ingat bahwa ALLOH sesuai prasangka hamba-Nya.

Dan yang sering terjadi justru kita menjadi penghambat perubahan baiknya orang-orang terdekat. Gara-gara kita sudah merasa sangat lelah menghadapi mereka kemudian menganggap atau memvonis bahwa mereka memang tidak bisa berubah menjadi lebih baik. Hey! Memangnya kita tuhan?

Tahu kisah Nabi Yunus ‘Alaihissalaam? Apa doa yang dibaca oleh Nabi Yunus ‘Alaihissalaam saat berada di dalam perut ikan?

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nuun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kamintidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, “Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya: 87)

Nabi Yunus ‘Alaihissalaam meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah karena mereka tidak mau diajak menyembah ALLOH, tidak mau berubah. Dan ternyata ALLOH memberi peringatan kepada Nabi Yunus ‘Alaihissalaam. Kemudian beliau pun menyadari kesalahannya dan memohon ampun kepada ALLOH.

LAA ILAAHA ILLAA ANTA, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Diawali dengan kalimat tauhid, mengakui bahwa ALLOH lah Yang Maha Segala-galanya. Hanya ALLOH yang bisa memberikan taufik dan hidayah kepada manusia. Tugas kita hanya nurut sama ALLOH, kita tidak disuruh untuk memberi taufik dan hidayah kepada orang lain, karena memang ga bakalan bisa.

“Maka, Kami kabulkan (doanya) dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Anbiya: 88)

“Maka sekiranya dia (Yunus) tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat ALLOH, niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai hari berbangkit (kiamat). Kemudian Kami lemparkan dia ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit. Kemudian untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu.” (QS. Ash-Shoffat: 143-146)

Ketika Nabi Yunus ‘Alaihissalaam pulih dan sehat, beliau kemudian diperintahkan oleh ALLOH untuk kembali menuju kaumnya. Ketika sampai di sana, belliau terkejut karena melihat kaumnya telah beriman kepada ALLOH. Beliau juga memberitahukan kepada kaumnya bahwa ALLOH telah menerima taubat mereka.

“Lalu, mereka beriman. Karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.” (QS. Ash-Shoffat: 148)

Hanya ALLOH lah yang mampu memberikan taufik dan hidayah. Hanya ALLOH lah yang mampu membuat manusia berubah menjadi lebih baik. Jadi jangan merasa sok hebat bisa mengubah orang lain, atau menganggap orang lain buruk dan ga bakalan bisa berubah menjadi lebih baik.

Fokus saja memperbaiki diri sendiri dan berprasangka baik bahwa orang lain pun bisa berubah menjadi lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Takut dan Tidak Sedih

  “Kami berfirman, “Turunlah kalian semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepada kalian, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut bagi mereka dan mereka tidak bersedih hati.”” (QS. Al-Baqoroh: 38) Lawan kata dari “takut” dalam Bahasa Indonesia adalah berani, tegas, tenang, percaya diri, atau tidak takut. Lawan kata dari “sedih” dalam Bahasa Indonesia adalah senang, riang, bahagia, sumringah, ria, bungah, ceria, atau bangga. Kata-kata ini memiliki arti yang menunjukkan perasaan kebahagiaan, kegembiraan, atau kegembiraan yang kuat. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang shabiin, siapa saja (diantara mereka) yang beriman kepada ALLOH dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al-Baqoroh: 62) “Tidak! Barang siapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada ALLOH, dan dia berbuat baik, di...

Jalan yang Lurus

  “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”” (QS. Ghofir: 60) Sesungguhnya ALLOH selalu mengabulkan doa kita. Hanya saja kita yang sering tidak menyadarinya. Atau bahkan tidak menyadari bahwa kita telah berdoa. Ada sebuah doa yang selalu kita ulang setiap hari di dalam sholat. Tapi kita juga sering tidak menyadari bahwa kita telah berdoa meminta hal tersebut. Pada akhirnya kita tidak menanti-nanti terkabulnya doa tersebut. “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”  (QS. Al-Fathihah: 6-7) Di setiap sholat kita berdoa kepada ALLOH agar diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah diberi nikmat oleh ALLOH. Siapakah mereka? “Dan barang siapa menaati ALLOH dan Ros...