Kenyataan yang terjadi di dalam hidup kita dipengaruhi oleh perspektif atau sudut pandang kita terhadap segala sesuatu. Sudut pandang dipengaruhi oleh ilmu dan pengalaman. Pengalaman didapatkan dari mengamalkan ilmu. Kita tergerak untuk mengamalkan ilmu karena kita percaya atau meyakini kebenaran dari ilmu tersebut. Dan sayangnya tidak semua ilmu yang kita yakini kebenarannya itu adalah kebenaran yang mutlak. Sehingga kita perlu merujuk pada ilmu yang merupakan kebenaran mutlak, yaitu ilmu agama. Karena ilmu dunia itu kebenarannya bersifat relatif. Kebenaran tidak akan pernah bersatu dengan kebohongan. Jika kita merasa sulit untuk mengamalkan ilmu agama yang merupakan kebenaran mutlak, bisa jadi itu disebabkan karena secara tidak sadar kita masih meyakini sebuah kebohongan sebagai kebenaran. Untuk mengatasinya maka kita perlu terus mencoba membantah kebohongan tersebut dengan mengulang-ulang kebenaran yang sesungguhnya. Caranya gimana? Amalkan ilmu agama secara istiqomah. Bukankah...
Ketika semua berawal dari kata-kata dan diwujudkan dalam langkah kecil yang nyata. Semoga asa dan impian yang terlahir di dalamnya berhasil terwujud sebagai hadiah yang penuh makna.