Emosi yang lemah itu adalah ketika kita tidak mampu mengalirkan emosi, kita tidak bisa mengekspresikan emosi, emosi yang muncul selalu ditekan. Padahal sistem imun dan emosi itu memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk melindungi tubuh.
Jika emosi ditekan maka itu sama saja dengan menekan sistem imun, sistem imun pun menjadi lemah, akhirnya muncul penyakit.
Dan apa yang terjadi pada penyakit autoimun? Sistem imun yang menyerang tubuhnya sendiri. Ketika emosi terus ditekan dan ditekan, yang harusnya dialirkan atau diekspresikan tapi terus ditekan, akhirnya menekan tubuhnya sendiri, menyerang tubuhnya sendiri.
Seorang individu yang tinggal di sebuah lingkungan, apa pun yang terjadi pada lingkungan tersebut pasti akan mempengaruhi kondisi individu tersebut. Karena kita tidak dapat memisahkan individu dari lingkungannya.
Begitu juga dengan seorang anak yang tinggal di lingkungan keluarganya, dimana lingkungan pertama anak adalah orang tuanya, maka apa pun yang terjadi pada orang tuanya sudah tentu akan mempengaruhi kondisi anak tersebut.
Jika orang tua stres maka anak pun bisa merasakannya, dan mengakibatkan anak menjadi stres juga, akhirnya anak menjadi sakit. Misalnya seorang anak yang sakit asma, sudah bisa dipastikan bahwa orang tuanya stres.
Anak bisa diibaratkan seperti ikan yang berenang di air, dan orang tuanya lah yang menjadi airnya. Bagaimana kondisi air dan apa pun yang terjadi pada air maka akan mempengaruhi kondisi ikan.
Faktor genetik bukanlah faktor terpenting dalam proses munculnya penyakit. Yang paling berpengaruh terhadap munculnya penyakit adalah kondisi lingkungan.
Sekali lagi kita lihat bahwa lingkungan pertama anak adalah orang tuanya, anak yang mengalami sakit dari sejak lahir itu adalah diakibatkan oleh stres tingkat tinggi yang dialami oleh orang tuanya yang sudah bisa dirasakan dari sejak dia berada dalam kandungan ibunya.
Jadi yang lebih perlu untuk dilakukan adalah memperbaiki lingkungan , bukan hanya fokus pada pengobatan si anak.
Seperti ikan yang sakit, jika ikannya diobati tetapi kondisi air tidak diperbaiki maka ikan pun akan tetap sakit, karena yang membuat ikan sakit adalah kondisi air yang tidak sehat.
Kasihan sekali ketika anak dicekoki dengan banyak sekali pil obat, tetapi orang tuanya tidak mau menyembuhkan stresnya.
Lalu kenapa kita stres? Stress dalam Bahasa Inggris berarti menekan. Apa yang ditekan? Emosi. Stres terjadi karena emosi yang ditekan. Emosi yang ditekan, yang tidak diberi kesempatan untuk diekspresikan.
Emosi yang ditekan, ditekan itu didorong ke bawah, semakin didorong ke bawah dan akhirnya menjadi rata. Terlihat baik-baik saja namun aslinya mati rasa, emosinya masih tetap ada.
Jika kita melihat apa sebenarnya depresi itu, depress artinya menekan sesuatu, itu berarti mendorongnya ke bawah. Dan apa yang orang-orang dorong ketika mereka depresi? Emosi mereka. Apakah mereka merasa datar sekarang?
Mengapa seseorang menekan emosi mereka? Karena di masa kanak-kanak itu terlalu berbahaya bagi mereka untuk mengalami emosinya, karena momen dimana mereka ditolak oleh lingkungannya (orang tua atau pengasuh) jika mereka mengalami emosi mereka, sehingga akhirnya mereka menekan emosi mereka untuk menjadi bagian dari lingkungan dan diterima oleh lingkungannya.
Dan bertahun-tahun kemudian di masa dewasanya mereka didiagnosis dengan kondisi yang disebut depresi.
Bahkan saat ini depresi bisa terjadi di masa remaja. Karena masyarakat modern saat ini memiliki tingkat stres yang semakin tinggi. Orang tua yang stres membuat anak menjadi stres, kemudian anak tersebut menjadi dewasa dan menjadi orang tua yang stres juga, akhirnya melahirkan anak yang lebih stres lagi. Dan apa yang terjadi?
Muncullah beragam penyakit baru. Dan kebanyakan penyakit kemudian disebut sebagai akibat dari faktor genetik, seolah-olah semua adalah hal yang acak atau random dimana penyakit akan secara acak memilih penderitanya.
Padahal gen itu merespon lingkungannya. Bagaimana gen itu menentukan kesehatan tubuh kita adalah tergantung bagaimana kondisi lingkungan kita. Jika lingkungan kita baik maka gen pun akan merespon dengan sesuatu yang baik.
Jadi apa yang sebenarnya perlu dilakukan untuk menyembuhkan penyakit? Bukan hanya fokus pada siapa yang sakit, tetapi juga siapa yang menjadi lingkungannya.
Jika seorang anak sakit maka orang tuanya juga harus disembuhkan, karena anak yang sakit itu akibat dari orang tua yang sudah lebih dulu sakit.
Ingat bahwa tubuh itu terdiri dari banyak aspek, bukan hanya tubuh fisik. Jadi ketika tubuh sakit maka yang diobati bukan hanya tubuh fisik saja, bukan cuma menelan pil obat.
Kita tidak dapat memisahkan antara tubuh fisik, tubuh mental, dan aspek yang lainnya. Itu sama saja dengan memisahkan individu dari lingkungannya, kita tidak dapat melakukan hal tersebut. Karena semuanya saling berkaitan, saling mempengaruhi. Artinya ketika tubuh mengalami sakit, kita juga perlu memperhatikan aspek emosi.
Banyak orang tidak menyadari bahwa dia memendam emosi, karena memang selama ini emosinya selalu ditekan, emosinya didorong ke bawah dan akhirnya menjadi rata, terlihat rata sehingga dianggap tidak ada apa-apa. Padahal emosinya masih tetap ada di situ.
Komentar
Posting Komentar