Langsung ke konten utama

Rasa Sakit Adalah Sensasi yang Terperangkap (Bagian 1)

Rasa sakit adalah sensasi yang terperangkap di dalam tubuh. Maksudnya gimana tuh?

Tubuh kita terdiri dari banyak sekali bagian mulai dari organ yang terlihat seperti tangan, kaki, mata, dan lain-lain hingga bagian sel yang terkecil. Trauma yang kita alami tersimpan di seluruh bagian tubuh, bukan di pikiran.

Trauma itu bukanlah peristiwa yang terjadi pada kita, namun apa yang terjadi di dalam tubuh kita akibat dari peristiwa tersebut. Trauma bukanlah tentang ingatan peristiwa namun tentang rasa yang masih tersimpan akibat dari peristiwa tersebut.

Itu berarti bahwa bisa saja kita tidak mengingat tentang peristiwa yang mengakibatkan trauma namun tubuh kita masih menyimpan rasanya.

Tubuh kita merekam semuanya tentang apa yang dirasakan saat kejadian berlangsung. Dan jika rasa tersebut tidak berhasil dialirkan keluar maka akan berbalik arah dan akan tersimpan di dalam tubuh.

Tubuh kita memiliki kemampuan yang sangat luar biasa. Jika ada bahaya yang mengancam maka tubuh akan mengaktifkan mode bertahan dan akan muncul respon melawan (fight) dan kabur menyelamatkan diri (flight).

Namun seringkali kita menghadapi situasi yang menyebabkan kita tidak dapat melawan atau kabur, dan saat itulah tubuh memasuki mode bertahan yang paling terakhir yaitu respon membeku (freeze), contohnya adalah pingsan dan mati rasa.

Di saat kita tidak dapat melawan atau kabur, dan tubuh langsung membeku, ternyata respon melawan atau kabur itu seperti menjadi tabungan yang tersimpan di dalam tubuh kita.

Tubuh kita membeku namun di dalamnya tetap ada respon melawan dan kabur yang meminta untuk dikeluarkan. Mereka terperangkap di dalam tubuh.

Lalu kenapa tubuh mengaktifkan mode bertahan berupa respon membeku?

Ketika respon melawan atau kabur muncul, tubuh kita dibanjiri oleh hormon stres yang memang diperlukan untuk mempertahankan diri, detak jantung menjadi cepat, kita menjadi seperti memiliki energi yang lebih banyak untuk bisa memukul, menendang, dan bentuk perlawanan lainnya.

Atau kita tiba-tiba menjadi bisa berlari dengan sangat cepat, melompat begitu tinggi atau jauh, dan memiliki kemampuan untuk menyelamatkan diri yang lainnya.

Tapi jika ternyata kita tidak mampu melawan atau kabur menyelamatkan diri, sedangkan tubuh kita menjadi kewalahan dengan rasa yang begitu rumit akibat hormon stres tersebut, rasanya begitu menyakitkan dan jika dibiarkan maka kita bisa mati.

Maka di saat itulah tubuh kita segera mengaktifkan respon membeku, semua sistem tubuh dimatikan, dan tiba-tiba hilang semua rasa sakit (mati rasa) atau pingsan.

Apa yang terjadi setelah tubuh kita membeku? 

Tubuh menganggap dunia ini tidak aman, semua hal di dunia ini berbahaya dan mengancam nyawa. Dan hal ini akan mempengaruhi semua aspek dalam kehidupan kita, tentang bagaimana cara kita memandang dunia, diri sendiri, dan orang lain.

Hal ini akan mempengaruhi bagaimana cara kita berinteraksi dengan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Takut dan Tidak Sedih

  “Kami berfirman, “Turunlah kalian semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepada kalian, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut bagi mereka dan mereka tidak bersedih hati.”” (QS. Al-Baqoroh: 38) Lawan kata dari “takut” dalam Bahasa Indonesia adalah berani, tegas, tenang, percaya diri, atau tidak takut. Lawan kata dari “sedih” dalam Bahasa Indonesia adalah senang, riang, bahagia, sumringah, ria, bungah, ceria, atau bangga. Kata-kata ini memiliki arti yang menunjukkan perasaan kebahagiaan, kegembiraan, atau kegembiraan yang kuat. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang shabiin, siapa saja (diantara mereka) yang beriman kepada ALLOH dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al-Baqoroh: 62) “Tidak! Barang siapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada ALLOH, dan dia berbuat baik, di...

Jalan yang Lurus

  “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”” (QS. Ghofir: 60) Sesungguhnya ALLOH selalu mengabulkan doa kita. Hanya saja kita yang sering tidak menyadarinya. Atau bahkan tidak menyadari bahwa kita telah berdoa. Ada sebuah doa yang selalu kita ulang setiap hari di dalam sholat. Tapi kita juga sering tidak menyadari bahwa kita telah berdoa meminta hal tersebut. Pada akhirnya kita tidak menanti-nanti terkabulnya doa tersebut. “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”  (QS. Al-Fathihah: 6-7) Di setiap sholat kita berdoa kepada ALLOH agar diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah diberi nikmat oleh ALLOH. Siapakah mereka? “Dan barang siapa menaati ALLOH dan Ros...

Semua Manusia Itu Baik

Dulu aku mengira semua orang di dunia ini baik. Dan ternyata memang semua orang itu baik. tapi ada yang baiknya itu level 1, level 2, level 3, dan seterusnya. Ada juga yang baiknya itu level 0, level -1, level -2, level -3, dan seterusnya, he he he. Tapi semua orang itu memang baik kok karena seburuk-buruknya orang pasti ada kebaikannya dan sebaik-baiknya orang juga pasti ada keburukannya. Tidak ada yang bisa sempurna bukan? Namun seringkali kita lebih mudah untuk melihat keburukan orang lain dibanding kebaikannya. Bahkan sampai terucap kalimat yang menghakimi seperti “Diaa itu memang sudah ga bisa berubah, kaya gitu terus dari dulu ga pernah bisa jadi baik.” padahal selama masih hidup di dunia masih ada peluang untuk berubah menjadi lebih baik. Apa yang difokuskan oleh pikiran maka itulah yang kemungkinan besar akan menjadi kenyataan. Ketika ada orang yang terlihat begitu sulit untuk berubah menjadi lebih baik, jangan-jangan ada peran kita di situ. Gara-gara kita berpikir bahwa orang ...