Langsung ke konten utama

Afirmasi, Visualisasi, dan Investasi

 Kebanyakan orang mengenal afirmasi dalam istilah lain, yaitu sugesti. Upaya untuk menanamkan keyakinan positif pada diri sendiri, biasanya dilakukan dengan mengucapkan kalimat-kalimat sederhana yang bermakna positif. Misalnya, "Aku sehat", "Aku bahagia", "Aku kaya", dan lain-lain. Kalimat afirmasi diucapkan secara berulang-ulang dengan harapan akan tertanam di pikiran bawah sadar sehingga akhirnya bisa terwujud menjadi kenyataan. Afirmasi identik dengan berpikir positif (positive thinking).

Namun ternyata berpikir positif itu tidak cukup, tapi juga perlu berperasaan positif (positive feeling). Positive feeling bisa dilakukan dengan cara visualisasi. Visualisasi adalah membayangkan sesuatu yang kita afirmasikan seolah-olah sudah menjadi kenyataan dan sekaligus kita munculkan perasaannya. Contohnya kalimat afirmasi "Aku kaya", bayangkan lagi pegang uang banyak dan lagi bayar di kasir, membeli iphone 17 misalnya, munculkan perasaan senangnya berhasil membeli iphone 17. "Alhamdulillaah dapat iphone 17."

Setelah afirmasi dan visualisasi, apakah itu sudah cukup? Istilah berikutnya saya bikin sendiri, he he he. Yaitu investasi, maksudnya gimana? Ketika positive thinking bertemu dengan positive feeling maka pikiran dan perasaan menjadi selaras. Dan kondisi tersebut membuat frekuensi diri kita meningkat, tubuh memancarkan energi positif ke luar dan akan menarik hal-hal positif lain untuk mendekat. Yang sefrekuensi akan saling menggetarkan, resonansi. Tapi kita semua pasti sepakat bahwa kita hanya akan menuai apa yang kita tanam ya. Nah inilah yang dimaksud investasi.

Investasi adalah apa yang kita tanam, berupa perbuatan baik atau buruk. Investasi akan memengaruhi kemampuan tubuh dalam memancarkan energi. Jika terbiasa berinvestasi kebaikan maka energi positifnya bisa cepat naik. Namun jika terbiasa berinvestasi keburukan maka energi positifnya pun menjadi lebih lambat untuk naik. Afirmasi, visualisasi, dan investasi. Jika ketiganya dilakukan dengan baik, in syaa ALLOH apa yang kita impikan bisa segera terwujud. Tentu saja semuanya dengan izin ALLOH. Laa hawla walaa quwwata illaa billaah.

Perlu diperhatikan juga kalimat afirmasinya dan saat kita mengucapkannya, jangan sampai kita menyandarkan sesuatu kepada selain ALLOH. Sebenarnya kalimat afirmasi ini akan lebih mantap dan manjur jika menggunakan kalimat doa. Ya harusnya memang lebih baik kita ucapkan kalimat doa aja kan, kalimat dzikir. Salah satu cara agar doa bisa dikabulkan adalah menghadirkan hati ketika berdoa. Nah ini dia, bukankah menghadirkan hati itu seperti visualisasi? Merasa yakin bahwa doa akan dikabulkan, karena memang ALLOH berjanji akan mengabulkan doa hamba yang mau berdoa kepada-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Takut dan Tidak Sedih

  “Kami berfirman, “Turunlah kalian semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepada kalian, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut bagi mereka dan mereka tidak bersedih hati.”” (QS. Al-Baqoroh: 38) Lawan kata dari “takut” dalam Bahasa Indonesia adalah berani, tegas, tenang, percaya diri, atau tidak takut. Lawan kata dari “sedih” dalam Bahasa Indonesia adalah senang, riang, bahagia, sumringah, ria, bungah, ceria, atau bangga. Kata-kata ini memiliki arti yang menunjukkan perasaan kebahagiaan, kegembiraan, atau kegembiraan yang kuat. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang shabiin, siapa saja (diantara mereka) yang beriman kepada ALLOH dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al-Baqoroh: 62) “Tidak! Barang siapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada ALLOH, dan dia berbuat baik, di...

Jalan yang Lurus

  “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”” (QS. Ghofir: 60) Sesungguhnya ALLOH selalu mengabulkan doa kita. Hanya saja kita yang sering tidak menyadarinya. Atau bahkan tidak menyadari bahwa kita telah berdoa. Ada sebuah doa yang selalu kita ulang setiap hari di dalam sholat. Tapi kita juga sering tidak menyadari bahwa kita telah berdoa meminta hal tersebut. Pada akhirnya kita tidak menanti-nanti terkabulnya doa tersebut. “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”  (QS. Al-Fathihah: 6-7) Di setiap sholat kita berdoa kepada ALLOH agar diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah diberi nikmat oleh ALLOH. Siapakah mereka? “Dan barang siapa menaati ALLOH dan Ros...

Semua Manusia Itu Baik

Dulu aku mengira semua orang di dunia ini baik. Dan ternyata memang semua orang itu baik. tapi ada yang baiknya itu level 1, level 2, level 3, dan seterusnya. Ada juga yang baiknya itu level 0, level -1, level -2, level -3, dan seterusnya, he he he. Tapi semua orang itu memang baik kok karena seburuk-buruknya orang pasti ada kebaikannya dan sebaik-baiknya orang juga pasti ada keburukannya. Tidak ada yang bisa sempurna bukan? Namun seringkali kita lebih mudah untuk melihat keburukan orang lain dibanding kebaikannya. Bahkan sampai terucap kalimat yang menghakimi seperti “Diaa itu memang sudah ga bisa berubah, kaya gitu terus dari dulu ga pernah bisa jadi baik.” padahal selama masih hidup di dunia masih ada peluang untuk berubah menjadi lebih baik. Apa yang difokuskan oleh pikiran maka itulah yang kemungkinan besar akan menjadi kenyataan. Ketika ada orang yang terlihat begitu sulit untuk berubah menjadi lebih baik, jangan-jangan ada peran kita di situ. Gara-gara kita berpikir bahwa orang ...