Langsung ke konten utama

Penyebab Otak Lelah

 Otak dirancang sebagai mesin prediksi sekaligus sebagai mesin perlindungan terhadap apa yang telah diprediksikan tersebut. Itu berarti bahwa ketika otak kita memprediksikan sesuatu yang buruk maka otak kita juga akan berusaha mencari solusi agar kita bisa melindungi diri dari sesuatu yang buruk yang sudah kita prediksikan tersebut, akhirnya hal ini membuat otak kita menjadi sangat kelelahan. Bisa dibaca berulang-ulang sampai paham. Jika sudah paham pasti bakalan ketawa, he he he. Karena ternyata kita sibuk mencari solusi dari masalah yang kita buat sendiri.

Kita semua pasti pernah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan di masa lalu. Dan tentu saja kita tidak ingin mengalami kejadian itu lagi. Lalu pikiran kita menjadi fokus pada hal apa yang ingin kita hindari, kita sibuk memprediksikan hal-hal tidak menyenangkan yang bisa saja terulang kembali di masa depan, padahal semuanya belum tentu terjadi. Karena pikiran sudah fokus pada ancaman maka pikiran akan sibuk mencari solusi agar kita bisa selamat dari ancaman tersebut, tubuh masuk ke dalam mode bertahan, padahal pada kenyataannya ancaman tersebut tidak ada di saat ini. Sehingga pikiran kita akan kelelahan dan begitu juga dengan tubuh, lalu kita menjadi sakit.

Karena tubuh merasa kesakitan maka kita merasa perlu obat atau apa pun itu untuk meredakan rasa sakit. Itulah kenapa ada orang yang menjadi kecanduan hal-hal yang sebenarnya merugikan dirinya sendiri seperti rokok, alkohol, narkoba, dan lain-lain, hanya untuk mengalihkan perhatian dari rasa sakit yang dialaminya. Padahal dia sendiri yang menciptakan rasa sakit tersebut dimulai dari berpikir tentang sesuatu yang sebenarnya belum terjadi, hanya karena didasarkan pada pengalaman masa lalu. Gara-gara masa lalunya tidak menyenangkan lalu dia berpikir bahwa masa depannya pun akan tetap sama yaitu sama-sama tidak menyenangkan.

Kecanduan hal-hal yang merugikan tubuhnya tersebut sekaligus sebagai perwujudan dari pikirannya sendiri yaitu masa depannya akan tetap tidak menyenangkan seperti masa lalunya. Misalnya begini, di masa lalu seseorang pernah mengalami perundungan, lalu dia menjadi sangat cemas jika di masa depan juga akan mengalami perundungan yang berulang. Dia fokus pada bagaimana caranya dia bisa terhindar dari perundungan. Tubuhnya menjadi stres dan sakit yang membuat dia jadi kecanduan rokok sebagai pelarian. Dengan menjadi seorang perokok berat maka dia akhirnya mengalami perundungan karena tentu saja tidak ada orang yang suka dengan perokok berat.

Apa yang difokuskan oleh pikiran maka itulah yang akan menjadi kenyataan. Sehingga daripada kita "fokus pada hal yang tidak kita inginkan" maka lebih baik kita "fokus pada hal yang kita inginkan". Daripada fokus berpikir "tidak ingin mengalami perundungan" maka lebih baik fokus berpikir "ingin berada di lingkungan pergaulan yang baik". Ingat bahwa ALLOH sesuai prasangka hamba-Nya.

Nah, yang menjadi masalah adalah seringkali kita kesulitan untuk fokus berpikir hal-hal yang positif, seolah-olah pikiran kita telah dikuasai oleh hal-hal yang negatif. Kaitannya dengan pikiran bawah sadar, yang namanya bawah sadar tentu saja tidak disadari, tidak mudah untuk dideteksi jika belum paham ilmunya. Itu berarti kita perlu belajar, tetap semangat belajar ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Takut dan Tidak Sedih

  “Kami berfirman, “Turunlah kalian semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepada kalian, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut bagi mereka dan mereka tidak bersedih hati.”” (QS. Al-Baqoroh: 38) Lawan kata dari “takut” dalam Bahasa Indonesia adalah berani, tegas, tenang, percaya diri, atau tidak takut. Lawan kata dari “sedih” dalam Bahasa Indonesia adalah senang, riang, bahagia, sumringah, ria, bungah, ceria, atau bangga. Kata-kata ini memiliki arti yang menunjukkan perasaan kebahagiaan, kegembiraan, atau kegembiraan yang kuat. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang shabiin, siapa saja (diantara mereka) yang beriman kepada ALLOH dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al-Baqoroh: 62) “Tidak! Barang siapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada ALLOH, dan dia berbuat baik, di...

Jalan yang Lurus

  “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”” (QS. Ghofir: 60) Sesungguhnya ALLOH selalu mengabulkan doa kita. Hanya saja kita yang sering tidak menyadarinya. Atau bahkan tidak menyadari bahwa kita telah berdoa. Ada sebuah doa yang selalu kita ulang setiap hari di dalam sholat. Tapi kita juga sering tidak menyadari bahwa kita telah berdoa meminta hal tersebut. Pada akhirnya kita tidak menanti-nanti terkabulnya doa tersebut. “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”  (QS. Al-Fathihah: 6-7) Di setiap sholat kita berdoa kepada ALLOH agar diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah diberi nikmat oleh ALLOH. Siapakah mereka? “Dan barang siapa menaati ALLOH dan Ros...

Semua Manusia Itu Baik

Dulu aku mengira semua orang di dunia ini baik. Dan ternyata memang semua orang itu baik. tapi ada yang baiknya itu level 1, level 2, level 3, dan seterusnya. Ada juga yang baiknya itu level 0, level -1, level -2, level -3, dan seterusnya, he he he. Tapi semua orang itu memang baik kok karena seburuk-buruknya orang pasti ada kebaikannya dan sebaik-baiknya orang juga pasti ada keburukannya. Tidak ada yang bisa sempurna bukan? Namun seringkali kita lebih mudah untuk melihat keburukan orang lain dibanding kebaikannya. Bahkan sampai terucap kalimat yang menghakimi seperti “Diaa itu memang sudah ga bisa berubah, kaya gitu terus dari dulu ga pernah bisa jadi baik.” padahal selama masih hidup di dunia masih ada peluang untuk berubah menjadi lebih baik. Apa yang difokuskan oleh pikiran maka itulah yang kemungkinan besar akan menjadi kenyataan. Ketika ada orang yang terlihat begitu sulit untuk berubah menjadi lebih baik, jangan-jangan ada peran kita di situ. Gara-gara kita berpikir bahwa orang ...