Otak dirancang sebagai mesin prediksi sekaligus sebagai mesin perlindungan terhadap apa yang telah diprediksikan tersebut. Itu berarti bahwa ketika otak kita memprediksikan sesuatu yang buruk maka otak kita juga akan berusaha mencari solusi agar kita bisa melindungi diri dari sesuatu yang buruk yang sudah kita prediksikan tersebut, akhirnya hal ini membuat otak kita menjadi sangat kelelahan. Bisa dibaca berulang-ulang sampai paham. Jika sudah paham pasti bakalan ketawa, he he he. Karena ternyata kita sibuk mencari solusi dari masalah yang kita buat sendiri.
Kita semua pasti pernah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan di masa lalu. Dan tentu saja kita tidak ingin mengalami kejadian itu lagi. Lalu pikiran kita menjadi fokus pada hal apa yang ingin kita hindari, kita sibuk memprediksikan hal-hal tidak menyenangkan yang bisa saja terulang kembali di masa depan, padahal semuanya belum tentu terjadi. Karena pikiran sudah fokus pada ancaman maka pikiran akan sibuk mencari solusi agar kita bisa selamat dari ancaman tersebut, tubuh masuk ke dalam mode bertahan, padahal pada kenyataannya ancaman tersebut tidak ada di saat ini. Sehingga pikiran kita akan kelelahan dan begitu juga dengan tubuh, lalu kita menjadi sakit.
Karena tubuh merasa kesakitan maka kita merasa perlu obat atau apa pun itu untuk meredakan rasa sakit. Itulah kenapa ada orang yang menjadi kecanduan hal-hal yang sebenarnya merugikan dirinya sendiri seperti rokok, alkohol, narkoba, dan lain-lain, hanya untuk mengalihkan perhatian dari rasa sakit yang dialaminya. Padahal dia sendiri yang menciptakan rasa sakit tersebut dimulai dari berpikir tentang sesuatu yang sebenarnya belum terjadi, hanya karena didasarkan pada pengalaman masa lalu. Gara-gara masa lalunya tidak menyenangkan lalu dia berpikir bahwa masa depannya pun akan tetap sama yaitu sama-sama tidak menyenangkan.
Kecanduan hal-hal yang merugikan tubuhnya tersebut sekaligus sebagai perwujudan dari pikirannya sendiri yaitu masa depannya akan tetap tidak menyenangkan seperti masa lalunya. Misalnya begini, di masa lalu seseorang pernah mengalami perundungan, lalu dia menjadi sangat cemas jika di masa depan juga akan mengalami perundungan yang berulang. Dia fokus pada bagaimana caranya dia bisa terhindar dari perundungan. Tubuhnya menjadi stres dan sakit yang membuat dia jadi kecanduan rokok sebagai pelarian. Dengan menjadi seorang perokok berat maka dia akhirnya mengalami perundungan karena tentu saja tidak ada orang yang suka dengan perokok berat.
Apa yang difokuskan oleh pikiran maka itulah yang akan menjadi kenyataan. Sehingga daripada kita "fokus pada hal yang tidak kita inginkan" maka lebih baik kita "fokus pada hal yang kita inginkan". Daripada fokus berpikir "tidak ingin mengalami perundungan" maka lebih baik fokus berpikir "ingin berada di lingkungan pergaulan yang baik". Ingat bahwa ALLOH sesuai prasangka hamba-Nya.
Nah, yang menjadi masalah adalah seringkali kita kesulitan untuk fokus berpikir hal-hal yang positif, seolah-olah pikiran kita telah dikuasai oleh hal-hal yang negatif. Kaitannya dengan pikiran bawah sadar, yang namanya bawah sadar tentu saja tidak disadari, tidak mudah untuk dideteksi jika belum paham ilmunya. Itu berarti kita perlu belajar, tetap semangat belajar ya!
Komentar
Posting Komentar