Percayalah, rezeki tidak akan pernah tertukar. Rezeki tidak akan pernah salah alamat, rezeki tidak akan pernah bisa ditolak. Jika rezeki terasa macet mungkin itu disebabkan karena ada kewajiban yang belum ditunaikan. Kewajiban untuk mengalirkan rezeki ke arah yang tepat. Jika sesuatu yang seharusnya mengalir namun malah ditahan, akhirnya jadi bikin sumbatan bukan? Hati-hati saja kalau suatu saat malah justru terjadi ledakan yang membahayakan.
Setiap hari dan setiap saat rezeki kita selalu 100%. Jadi tidak ada gunanya jika kita selalu merasa kurang, yang sebenarnya terjadi adalah kita yang kurang bersyukur. Astaghfirullooh.
Banyak yang mengatakan bahwa rezeki saya selalu lancar, tidak pernah kekurangan sehingga bisa berbagi kepada yang lain. Padahal konsepnya bukan seperti itu. Alhamdulillaah rezeki saya selalu lancar karena saya suka berbagi kepada yang lain sehingga saya menjadi tidak pernah kekurangan. Apakah bisa dipahami? He he he.
Semuanya perlu latihan dan latihan itu harus dilakukan secara konsisten atau berkelanjutan. Bisa karena biasa, benar begitu bukan? Jadi jangan menyerah jika merasa belum bisa berbuat baik dengan mudah. Dibiasakan saja dimulai dengan yang paling mudah untuk dikerjakan sekarang juga. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.
Berbagi itu tidak harus menunggu berlimpah. Berbagi itu tidak harus dengan sesuatu yang mewah. Berbagi itu tidak harus kepada yang di bawah. Karena berbagi itu ada banyak jenisnya, seperti zakat yang wajib, sedekah yang sunnah, dan hadiah yang mubah.
Saya ingat dulu pernah memberi nasi basi ke tetangga, karena tetangga saya memelihara ayam. Nasi basi kan bisa dimakan oleh ayam. Hanya perlu sedikit keberanian untuk membiasakan memberi kepada orang lain. Tapi ingat bahwa kita tidak dapat memberikan sesuatu yang tidak kita miliki. Jadi sebelum memberi kepada orang lain, pastikan bahwa diri kita sudah cukup dulu, dan yang lebih penting adalah rasa cukup yang ada di dalam hati, qona'ah.
Komentar
Posting Komentar