Langsung ke konten utama

Anak dan Anggrek

 Beberapa waktu yang lalu tanaman anggrek bulan di rumah saya mulai berbunga cantik. Dari info yang saya baca di internet, bunga anggrek bulan bisa mekar selama 1-3 bulan. Maa syaa ALLOH, Alhamdulillaah.

Tiba-tiba saja saya ingin mencoba memelihara tanaman anggrek. Saya sengaja membeli yang belum berbunga, karena ingin mengecek apakah dia bisa berbunga di rumah saya atau tidak. Soalnya pernah ada teman yang bercerita bahwa tanaman anggrek yang dia pelihara belum pernah berhasil berbunga.

Yang saya tahu anggrek itu benalu, tapi kenyataannya tidak begitu. Meskipun anggrek tumbuh menempel di tanaman lain, tapi dia bukanlah parasit yang mengganggu.

Seperti inilah informasi yang saya dapatkan di internet:

Anggrek adalah tumbuhan epifit, bukan benalu (parasit). Meskipun menempel pada pohon lain, anggrek hanya menumpang untuk mendapatkan sinar matahari dan nutrisi dari udara/hujan, tanpa mengambil makanan atau merugikan pohon inangnya. Sebaliknya, benalu mencuri sari makanan dari inangnya dan dapat merusaknya.

Berikut adalah perbedaan utama antara anggrek dan benalu:

✅ Anggrek (Epifit): Memiliki akar udara untuk menyerap embun dan nutrisi, serta berfotosintesis sendiri. Anggrek tidak merusak pohon yang ditumpanginya.

❎ Benalu (Parasit): Memiliki akar hisap (haustorium) yang menembus jaringan pohon inang untuk mengambil air dan nutrisi, sehingga seringkali membuat inangnya mati. 

Oleh karena itu, menempelkan anggrek pada pohon di halaman rumah aman dan tidak akan merusak pohon tersebut.

Karena saya suka beranalogi, tiba-tiba saya berpikir bahwa anak-anak kita adalah seperti anggrek. Jangan pernah menganggap anak-anak sebagai benalu karena pada kenyataannya mereka hidup bersama kita bukan untuk "mencuri" nutrisi, mereka punya kemampuan untuk bertahan hidup tapi masih perlu bantuan dan bimbingan dari kita sebagai orang tuanya.

Ketika bunga anggrek sudah mekar maka dia bisa bertahan lebih lama dibandingkan dengan bunga yang lain. Begitu pula dengan anak-anak ketika mereka sudah tumbuh dewasa, bisa terlihat hasil dari pengasuhan dan pendidikan yang dilakukan oleh orang tuanya sedari kecil. Energi tidak bisa bohong, apakah orang tua menganggap anak sebagai anggrek atau benalu, itu akan terwujud pada fakta yang menjadi nyata.

Jika orang tua merasa sangat kerepotan mengasuh anak, jangan-jangan itu karena orang tua menganggap anak sebagai benalu. Sedangkan jika orang tua mampu bersabar dan bersyukur dalam mengasuh anak, bisa jadi karena orang tua menganggap anak sebagai anggrek. Benalu menghisap nutrisi dan membuat inangnya mati. Namun anggrek hanya menempel/menumpang tanpa merugikan inangnya sama sekali. Dan anggrek akan berbunga indah dan tahan lama, seperti anak sholih yang menjadi pahala jariyah, pahala yang tak terputus meskipun orang tua sudah pergi meninggalkan dunia.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Takut dan Tidak Sedih

  “Kami berfirman, “Turunlah kalian semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepada kalian, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut bagi mereka dan mereka tidak bersedih hati.”” (QS. Al-Baqoroh: 38) Lawan kata dari “takut” dalam Bahasa Indonesia adalah berani, tegas, tenang, percaya diri, atau tidak takut. Lawan kata dari “sedih” dalam Bahasa Indonesia adalah senang, riang, bahagia, sumringah, ria, bungah, ceria, atau bangga. Kata-kata ini memiliki arti yang menunjukkan perasaan kebahagiaan, kegembiraan, atau kegembiraan yang kuat. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang shabiin, siapa saja (diantara mereka) yang beriman kepada ALLOH dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al-Baqoroh: 62) “Tidak! Barang siapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada ALLOH, dan dia berbuat baik, di...

Jalan yang Lurus

  “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”” (QS. Ghofir: 60) Sesungguhnya ALLOH selalu mengabulkan doa kita. Hanya saja kita yang sering tidak menyadarinya. Atau bahkan tidak menyadari bahwa kita telah berdoa. Ada sebuah doa yang selalu kita ulang setiap hari di dalam sholat. Tapi kita juga sering tidak menyadari bahwa kita telah berdoa meminta hal tersebut. Pada akhirnya kita tidak menanti-nanti terkabulnya doa tersebut. “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”  (QS. Al-Fathihah: 6-7) Di setiap sholat kita berdoa kepada ALLOH agar diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah diberi nikmat oleh ALLOH. Siapakah mereka? “Dan barang siapa menaati ALLOH dan Ros...

Semua Manusia Itu Baik

Dulu aku mengira semua orang di dunia ini baik. Dan ternyata memang semua orang itu baik. tapi ada yang baiknya itu level 1, level 2, level 3, dan seterusnya. Ada juga yang baiknya itu level 0, level -1, level -2, level -3, dan seterusnya, he he he. Tapi semua orang itu memang baik kok karena seburuk-buruknya orang pasti ada kebaikannya dan sebaik-baiknya orang juga pasti ada keburukannya. Tidak ada yang bisa sempurna bukan? Namun seringkali kita lebih mudah untuk melihat keburukan orang lain dibanding kebaikannya. Bahkan sampai terucap kalimat yang menghakimi seperti “Diaa itu memang sudah ga bisa berubah, kaya gitu terus dari dulu ga pernah bisa jadi baik.” padahal selama masih hidup di dunia masih ada peluang untuk berubah menjadi lebih baik. Apa yang difokuskan oleh pikiran maka itulah yang kemungkinan besar akan menjadi kenyataan. Ketika ada orang yang terlihat begitu sulit untuk berubah menjadi lebih baik, jangan-jangan ada peran kita di situ. Gara-gara kita berpikir bahwa orang ...