Beberapa waktu yang lalu aku membuka kesempatan bagi teman-teman untuk bertanya tentang segala macam yang berkaitan dengan parenting, luka batin, kesehatan mental, dan sejenisnya. Aku bagikan di sini biar bisa dijadikan bahan pembelajaran untuk yang lain juga. Silahkan dibaca dan semoga bermanfaat.
Pertanyaan:
Bagaimana cara menjadi ibu yang bisa lebih mengelola emosinya?
Jawaban:
Bismillaah, aku akan mencoba menjawab ya, semoga bermanfaat.
Emosi adalah respon yang dirasakan oleh tubuh dari apa yang kita yakini di dalam pikiran. Sehingga untuk mengelola emosi kita perlu mengelola pikiran. Agar bisa mengelola pikiran maka kita perlu memilih informasi apa yang masuk ke dalam pikiran kita, pastikan bahwa informasi yang masuk adalah bersifat baik dan bermanfaat, artinya kita perlu menghindari informasi-informasi yang buruk dan tidak bermanfaat. Tanyakan kepada diri sendiri mana yang baik dan mana yang buruk, keputusan ada di tangan masing-masing.
Jika sudah muncul emosi, maka rasakan saja. Beri ruang dan waktu kepada diri sendiri untuk merasakan emosi, tanpa perlu melampiaskannya. Memang tidak mudah, perlu berlatih terus-menerus. Emosi itu cukup dirasakan agar bisa mengalir dan kemudian menghilang, dirasakan saja bukan dilampiaskan. Rasanya memang sakit tapi semua akan reda ketika emosinya sudah berhasil dirasakan.
Karena jika emosi tidak dirasakan maka akan menjadi emosi terpendam dan bisa meledak kapan saja.
Misalnya jika anak membuat kita marah. Pertama, kelola pikiran dengan menyadari bahwa dia cuma anak-anak yang belum paham, lihatlah dari sudut pandang yang lebih luas tentang apa yang dilakukan oleh anak.
Kedua, rasakan emosi tanpa melampiaskannya. Rasakan saja marah yang muncul, ekspresikan dengan anggota tubuh misalnya dengan mengepalkan tangan dan meninju bantal, wajah yang menyeringai seperti binatang buas. Tapi pastikan lakukan semua itu di tempat yang aman agar tidak melukai diri sendiri maupun anak.
Mungkin tidak mudah, karena memang perlu latihan yang terus-menerus. Bisa karena biasa bukan?
Semoga bermanfaat,
Kholis Widuri
Komentar
Posting Komentar