Beberapa waktu yang lalu aku membuka kesempatan bagi teman-teman untuk bertanya tentang segala macam yang berkaitan dengan parenting, luka batin, kesehatan mental, dan sejenisnya. Aku bagikan di sini biar bisa dijadikan bahan pembelajaran untuk yang lain juga. Silahkan dibaca dan semoga bermanfaat.
Pertanyaan:
Bismillah bagaimana cara menghilangkan takut dan rasa tidak tertarik untuk menikah? Bagaimana cara menemukan jodoh yang tepat dan terbaik sehingga bisa yakin dan tidak takut lagi? Terima kasih.
Jawaban:
Bismillaah, aku akan mencoba menjawab ya.
Rasa takut menikah adalah akibat. Lalu apa yang menjadi penyebabnya? Biasanya berawal dari peristiwa di masa kecil yang pada akhirnya membentuk sudut pandang terhadap pernikahan. Anak kecil yang melihat orang tuanya bertengkar, melihat hubungan pernikahan orang tuanya tidak harmonis, akan menilai dan menyimpulkan bahwa yang namanya pernikahan ya seperti itu, seperti apa yang dia lihat pada kehidupan pernikahan orang tuanya. Jika yang dilihatnya adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, menyebalkan, tidak membahagiakan, terasa berat atau menjadi beban, tentu saja akhirnya dia akan memutuskan untuk lebih baik tidak menikah ketika dewasa karena berpikir bahwa pernikahan itu tidak menyenangkan. Dan itu menjadi program di pikiran bawah sadarnya, sehingga ketika sudah dewasa dan sebenarnya ingin menikah tapi dia tetap dikendalikan oleh program bawah sadarnya. Sehingga yang terjadi adalah takut untuk menikah, meskipun ada yang mengajaknya menikah tapi merasa tidak tertarik atau tidak pernah ada yang cocok.
Sadari bahwa itu adalah program di pikiran bawah sadar, dan pikiran bisa diubah kapan saja. Ubahlah pikiranmu dan kenyataan hidupmu pun akan berubah. ALLOH sesuai prasangka hamba-Nya bukan?
Rasa takut biasanya muncul karena menghadapi ketidakpastian. Otak akan memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan berdasarkan apa yang pernah dialami di masa lalu. Dan dengan dasar itulah otak akan berusaha mencari cara untuk menghindari kejadian tersebut terulang kembali di masa depan. Pada akhirnya kita menjadi cemas, khawatir, takut, merasa tertekan, dan seperti membawa beban berat.
Padahal yang namanya masa lalu itu sudah berlalu dan tidak dapat terulang kembali. Dan masa depan itu penuh dengan ketidakpastian.
Tapi itu juga berarti bahwa masa depan itu penuh dengan kemungkinan baik.
Jika kita membayangkan sesuatu yang menyenangkan akan terjadi di masa depan maka kita menjadi bersemangat dan rasa senang itu sudah bisa dirasakan di saat ini bukan?
Jadi tinggal pilih, apakah kita akan mencemaskan masa depan atau membayangkan hal baik akan terjadi di masa depan?
Dan sebenarnya satu-satunya cara untuk menjalani kehidupan adalah dengan hidup di masa sekarang. Jika kita terus berkutat dengan masa lalu atau masa depan, maka kita hanya sibuk membangun hubungan dengan pikiran kita sendiri. Tapi jika kita sibuk terlibat dengan apa yang sedang kita lakukan di saat ini, di masa sekarang, itu berarti kita benar-benar menjalin hubungan dengan kehidupan, kita percaya dan berserah terhadap segala sesuatu yang akan ditunjukkan oleh kehidupan. Qodarullooh selalu baik, jadi jalani saja semuanya dengan berani. Tidak harus sempurna, salah itu manusiawi kok.
Jodoh itu seperti maut, sudah ditetapkan oleh ALLOH dari sebelum kita lahir ke dunia. Fokus saja menjalani hidup di masa sekarang, karena kehidupan yang bisa kita jalani hanyalah saat ini.
Tetap semangat ya!
Semoga bermanfaat,
Kholis Widuri
Komentar
Posting Komentar