Langsung ke konten utama

Pertanyaan dan Jawaban (6)

 Beberapa waktu yang lalu aku membuka kesempatan bagi teman-teman untuk bertanya tentang segala macam yang berkaitan dengan parenting, luka batin, kesehatan mental, dan sejenisnya. Aku bagikan di sini biar bisa dijadikan bahan pembelajaran untuk yang lain juga. Silahkan dibaca dan semoga bermanfaat.

Pertanyaan:
Bagaimana cara agar bisa mendidik anak tanpa harus menyakiti dan sabar dalam menjalani rumah tangga?

Jawaban:
Bismillaah, aku akan mencoba menjawab ya.

Perhatikan pernyataan berikut ini, "Kita tidak dapat memberikan apa yang tidak kita miliki" atau dengan kata lain, "Kita hanya dapat memberikan apa yang kita miliki."
Ketika kita menyakiti orang lain artinya kita sudah lebih dulu memiliki rasa sakit, oleh karena itulah kita bisa memberikan rasa sakit kepada orang lain.

Rasa sakit biasanya muncul karena ada luka. Dan seringkali tidak kita sadari bahwa kita memiliki luka di dalam diri kita, yang biasa disebut luka batin atau trauma atau emosi terpendam.

Bagaimana cara agar bisa mendidik anak tanpa harus menyakiti?
Sembuhkan dulu luka batin kita sendiri, karena jika kita sudah tidak terluka maka kita tidak memiliki rasa sakit, dan jika kita tidak memiliki rasa sakit maka kita tidak akan bisa memberikan rasa sakit, dengan kata lain kita tidak akan menyakiti.
Hanya orang tua yang sehat yang bisa mendidik anak dengan cara yang sehat. Jadilah orang tua yang sehat!

Disebutkan di dalam ayat Al-Qur'an bahwa "Kita tidak dapat bersabar terhadap sesuatu jika tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu tersebut."
Artinya kita tidak dapat bersabar dalam menjalani rumah tangga jika kita tidak memiliki pengetahuan tentang rumah tangga.
Jadi bagaimana agar kita dapat bersabar dalam menjalani rumah tangga? Tentu saja dengan mempelajari segala sesuatu tentang rumah tangga bukan?

Beberapa pertanyaan yang bisa kita ajukan kepada diri sendiri untuk mengetahui hal apa saja yang perlu kita pelajari agar dapat sabar dalam menjalani rumah tangga antara lain:
  1. Apa tujuan berumah tangga?
  2. Ada siapa saja di dalam rumah tangga?
  3. Kegiatan apa saja yang dilakukan di dalam rumah tangga?
  4. Kamu bisa menambahkan sendiri pertanyaannya sesuai dengan kebutuhan.
Jawablah dan renungkan!
Lalu bersegeralah untuk belajar agar mendapatkan pengetahuan, karena kita hanya bisa bersabar terhadap sesuatu jika memiliki pengetahuan tentang sesuatu tersebut.
Selamat belajar!

Semoga bermanfaat,
Kholis Widuri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Takut dan Tidak Sedih

  “Kami berfirman, “Turunlah kalian semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepada kalian, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut bagi mereka dan mereka tidak bersedih hati.”” (QS. Al-Baqoroh: 38) Lawan kata dari “takut” dalam Bahasa Indonesia adalah berani, tegas, tenang, percaya diri, atau tidak takut. Lawan kata dari “sedih” dalam Bahasa Indonesia adalah senang, riang, bahagia, sumringah, ria, bungah, ceria, atau bangga. Kata-kata ini memiliki arti yang menunjukkan perasaan kebahagiaan, kegembiraan, atau kegembiraan yang kuat. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang shabiin, siapa saja (diantara mereka) yang beriman kepada ALLOH dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al-Baqoroh: 62) “Tidak! Barang siapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada ALLOH, dan dia berbuat baik, di...

Jalan yang Lurus

  “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”” (QS. Ghofir: 60) Sesungguhnya ALLOH selalu mengabulkan doa kita. Hanya saja kita yang sering tidak menyadarinya. Atau bahkan tidak menyadari bahwa kita telah berdoa. Ada sebuah doa yang selalu kita ulang setiap hari di dalam sholat. Tapi kita juga sering tidak menyadari bahwa kita telah berdoa meminta hal tersebut. Pada akhirnya kita tidak menanti-nanti terkabulnya doa tersebut. “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”  (QS. Al-Fathihah: 6-7) Di setiap sholat kita berdoa kepada ALLOH agar diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah diberi nikmat oleh ALLOH. Siapakah mereka? “Dan barang siapa menaati ALLOH dan Ros...

Semua Manusia Itu Baik

Dulu aku mengira semua orang di dunia ini baik. Dan ternyata memang semua orang itu baik. tapi ada yang baiknya itu level 1, level 2, level 3, dan seterusnya. Ada juga yang baiknya itu level 0, level -1, level -2, level -3, dan seterusnya, he he he. Tapi semua orang itu memang baik kok karena seburuk-buruknya orang pasti ada kebaikannya dan sebaik-baiknya orang juga pasti ada keburukannya. Tidak ada yang bisa sempurna bukan? Namun seringkali kita lebih mudah untuk melihat keburukan orang lain dibanding kebaikannya. Bahkan sampai terucap kalimat yang menghakimi seperti “Diaa itu memang sudah ga bisa berubah, kaya gitu terus dari dulu ga pernah bisa jadi baik.” padahal selama masih hidup di dunia masih ada peluang untuk berubah menjadi lebih baik. Apa yang difokuskan oleh pikiran maka itulah yang kemungkinan besar akan menjadi kenyataan. Ketika ada orang yang terlihat begitu sulit untuk berubah menjadi lebih baik, jangan-jangan ada peran kita di situ. Gara-gara kita berpikir bahwa orang ...