Beberapa waktu yang lalu aku membuka kesempatan bagi teman-teman untuk bertanya tentang segala macam yang berkaitan dengan parenting, luka batin, kesehatan mental, dan sejenisnya. Aku bagikan di sini biar bisa dijadikan bahan pembelajaran untuk yang lain juga. Silahkan dibaca dan semoga bermanfaat.
Pertanyaan:
Bismillāh…
Afwan, ana ingin menyampaikan sesuatu yang cukup berat…
Kadang ana masih sangat bingung, hikmah apa yang bisa diambil dari berbagai peristiwa pahit sejak kecil hingga sekarang, bahkan setelah menikah. Hidup terasa terus berulang dalam kesulitan, pindah ke sana kemari, kondisi ekonomi belum stabil bahkan sering down meski sudah bertahun-tahun menikah, hingga anak-anak ikut terdampak.
Mereka sering menyaksikan konflik di rumah, emosi mereka ikut terpengaruh, bahkan sampai ke kemampuan belajar. Ana merasa sangat sedih dan lelah… sampai pernah terlintas pikiran yang sangat buruk karena tidak kuat menghadapi semuanya.
Ana ingin memahami, sebenarnya apa hikmah di balik semua ini, dan bagaimana cara menyikapinya dengan benar…
Di sisi lain, kondisi rumah tangga juga sangat berat. Ana dan suami sama-sama memiliki kondisi mental yang tidak stabil, sering terjadi konflik yang cukup keras bahkan di depan anak-anak.
Ana sangat khawatir dengan kondisi ini, terutama dampaknya bagi anak-anak. Ana benar-benar ingin memperbaiki keadaan keluarga ini, tapi merasa tidak tahu harus mulai dari mana.
Mohon nasihat dan arahannya…
Jazaakumullāhu khoyron
Jawaban:
Bismillaah, aku akan mencoba menjawab ya.
Aku ikut prihatin dengan kondisimu, semoga ALLOH memberikan kesabaran tanpa batas kepadamu, aamiin.
Dari ceritamu aku melihat bahwa kamu sangat kebingungan. Biasanya kebingungan itu terjadi karena ketidaktahuan atas apa yang sedang dialami. Lalu apa yang menyebabkan ketidaktahuan? Tidak tahu itu karena tidak punya pengetahuan bukan? Tidak tahu karena tidak memiliki ilmu. Tidak tahu karena tidak punya informasi.
Selanjutnya, apakah obat dari ketidaktahuan? Belajar, mengedukasi diri dengan informasi-informasi yang berkaitan dengan masalah yang sedang dihadapi.
Apakah kamu sudah berupaya dengan sungguh-sungguh untuk mengedukasi dirimu?
Disebutkan di dalam ayat Al-Qur'an bahwa "Kita tidak dapat bersabar terhadap sesuatu jika tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu tersebut."
Lihatlah, bahkan kita tidak akan dapat bersabar terhadap sesuatu jika tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu tersebut.
Jadi sudah sangat jelas bahwa yang namanya belajar atau mengedukasi diri itu sangat penting, agar kita memiliki pengetahuan sehingga kita pun dapat bersabar.
Tanpa pengetahuan tentu saja akan sulit untuk menemukan hikmah dari setiap peristiwa dalam kehidupan.
Dan sebaik-baik pengetahuan tentu saja pengetahuan tentang agama bukan? Belajar ilmu dunia juga tidak ada salahnya jika memang bermanfaat terutama jika ilmu dunia tersebut dapat mendukung kita untuk mengamalkan ilmu agama.
Belajar saja tidak cukup, memiliki pengetahuan saja tidak cukup. Karena pengetahuan atau ilmu yang sudah dipelajari dan dipahami itu harus diamalkan agar dapat menjadi ilmu yang bermanfaat. Apakah kamu yakin bahwa selama ini sudah benar-benar mengamalkan ilmu yang kamu pahami?
Mengamalkan ilmu itu pun tidak cukup sekali, dua kali, atau sepuluh kali, tapi harus terus-menerus secara konsisten, istiqomah.
Sesungguhnya pertolongan ALLOH itu dekat bukan? Jangan berputus asa dari rahmat ALLOH. Qodarullooh selalu baik, percayalah bahwa semua badai pasti akan berlalu. Teruslah berprasangka baik kepada ALLOH.
Baarokalloohu fiik.
Semoga bermanfaat,
Kholis Widuri
Komentar
Posting Komentar